
Ada satu fakta kehidupan yang mutlak dan tidak akan pernah bisa kamu negosiasikan, yaitu kamu tidak pernah bisa memilih atau memesan (request) dari keluarga mana kamu dilahirkan. Kamu tidak bisa memilih struktur genetik, bentuk badan yang dianggap ideal oleh dunia, atau rupa wajah yang kamu miliki saat pertama kali melihat cermin. Semua itu adalah kartu yang sudah dibagikan kepada kamu sejak awal. Namun, kabar baiknya adalah kamu bukanlah seonggok batu yang diam dan pasrah menerima keadaan.
Kamu memegang kendali penuh atas lembaran-lembaran berikutnya. Kamu punya kebebasan mutlak untuk memilih lingkungan seperti apa yang ingin kamu tinggali agar potensi kamu bisa mekar dengan baik. Kamu punya hak penuh untuk merancang, memilih, dan memahat identitas baru seperti apa yang ingin kamu bangun sampai kamu benar-benar bertransformasi menjadi sosok perempuan yang kamu inginkan.
Tapi, kamu perlu jujur. Proses mengganti kulit lama menjadi identitas baru yang lebih ideal itu tidak pernah berjalan mulus tanpa hambatan. Ketika kamu memutuskan untuk menjadi perempuan yang melek finansial, tegas membuat batasan (boundaries), atau berani mengejar karier impian, tiba-tiba ada benturan yang terjadi. Ada rasa tidak nyaman yang menyergap, baik dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar yang kaget melihat perubahanmu.
Menghadapi Gesekan Transisi Diri
Malam ini, kamu akan melompat ke format refleksi yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kamu akan menggunakan pendekatan “Analisis Ruang Transisi”. Kamu akan membedah gesekan atau rasa tidak nyaman apa saja yang muncul ketika dirimu yang sekarang sedang berusaha melangkah menuju “Identitas Ideal” yang kamu cita-citakan.
Duduklah yang rileks, lepaskan semua ketegangan hari ini, dan tanyakan ini ke dalam jiwamu:
Saat kamu ingin membangun dan menjadi identitas diri yang ideal versi kamu, apa saja hal yang masih membuatmu merasa tidak nyaman?
Untuk membantumu mengurai rasa tidak nyaman tersebut, mari amati dua area gesekan ini di dalam pikiranmu:
- Gesekan Internal (Dari Dalam Diri): Apakah kamu merasa tidak nyaman karena adanya imposter syndrome? (Perasaan bersalah seolah-olah kamu sedang “berpura-pura” menjadi orang lain yang lebih hebat, atau rasa takut kalau kamu sebenarnya belum sepadan dengan identitas baru itu).
- Gesekan Eksternal (Dari Lingkungan): Apakah kamu merasa cemas akan dihakimi, dibilang “berubah”, atau dijauhi oleh circle pertemanan dan keluargamu yang lama karena kamu mulai menetapkan standar hidup yang baru?
Menolak kenyamanan dari identitas lama yang sudah usang adalah harga yang harus dibayar untuk sebuah pertumbuhan. Rasa tidak nyaman itu bukan tanda bahwa kamu salah jalan, itu adalah tanda bahwa kamu sedang meregangkan kapasitas dirimu untuk menampung versi yang lebih besar dan lebih baik.
Eja setiap ketidaknyamanan itu di atas kertas. Begitu kamu mengenalinya, dia tidak akan lagi memiliki kekuatan untuk menahan langkahmu. Selamat malam, selamat beristirahat dengan penuh keyakinan.
Pingback: Pernah Nggak Sih, Ngerasa Udah Melakukan Segalanya dengan Benar Tapi Tetep Ngerasa “Kosong”? – Early Finance