
Ada satu hal yang paling gampang dan melenakan untuk dilakukan saat hidup lagi nggak baik-baik saja, yaitu pura-pura semuanya aman. Kamu sering banget memilih jalan pintas ini. Menghindari chat penting yang bikin deg-degan, pura-pura nggak lihat mutasi rekening yang makin menipis, atau mendiamkan kesalahpahaman sampai berlarut-larut. Rasanya tenang, kan? Seolah-olah kalau kamu nggak melihatnya, masalah itu bakal hilang sendiri. Tapi kabar gembiranya (atau mungkin kabar buruknya), masalah punya sifat mirip alarm pagi. Mau dimatikan atau di-snooze berkali-kali pun, dia bakal balik lagi, mengetuk pintu hidupmu lagi dan lagi sampai kamu mau bangun dan menyelesaikannya secara tuntas. Lari dari masalah itu cuma menunda ujian, bukan membatalkannya.
Menariknya, kalau kamu mau mengubah sudut pandang sedikit saja, masalah yang berulang itu sebenarnya bukan kutukan. Justru dari sana kamu sadar kalau semua kerumitan yang dihadirkan dalam hidup adalah teman terbaik untuk bertumbuh. Dia datang bukan untuk menjatuhkan, tapi buat menunjukkan bagian mana dari diri kamu yang sudah terlalu sempit dan perlu diperluas lagi kapabilitasnya.
Jeda Sejenak Malam Ini
Malam ini, di lembar kedua jurnalmu, kamu perlu berhenti sejenak dari pelarian itu. Nggak perlu langsung diselesaikan semuanya sekarang, cukup diakui dulu keberadaannya dengan menjawab satu pertanyaan ini:
Apa yang selama ini selalu aku hindari, dan aku sadari hal itu sebenarnya bisa jadi teman bertumbuhku untuk jadi lebih baik ke depannya?
Coba renungkan beberapa poin ini sebelum kamu menulis:
- Apakah itu urusan merapikan budget bulanan yang berantakan? Membicarakan batasan (boundaries) dengan orang terdekat? Atau justru mengakui kalau kamu lagi butuh istirahat?
- Bagaimana perasaanmu jika malam ini kamu memilih untuk berhenti “lari” dan mulai menerima kehadiran tantangan tersebut?
Begitu kamu berani mengakui dan menatapnya langsung, kekuatan masalah itu untuk menakut-nakuti kamu bakal berkurang setengahnya.
Tarik napas dalam-dalam, tulis dengan jujur, lalu tidurlah dengan perasaan yang lebih lega karena kamu sudah berhenti berlari. Selamat beristirahat.