
Coba ingat-ingat lagi seminggu terakhir ini. Berapa kali kamu memaksakan diri bilang “iya” buat nemenin teman keluar, padahal energimu sudah di ambang batas? Berapa kali kamu begadang demi menyelesaikan tugas atau ekspektasi orang lain, tapi di saat yang sama, kamu dengan gampang membatalkan janji untuk mulai tidur cepat, olahraga, atau sekadar meluangkan waktu 10 menit buat bernapas tenang?
Sadar atau enggak, kamu sering banget jadi orang yang super disiplin kalau menyangkut janji ke orang lain. Kamu punya komitmen yang luar biasa tinggi karena ada dalih takut dicap egois, gak enakan, atau takut bikin orang lain kecewa. Tapi ironisnya, di saat kamu begitu menjaga perasaan dunia luar, kamu justru jadi orang pertama yang paling tega mengkhianati janji ke diri kamu sendiri. kamu lupa kalau komitmen pada diri sendiri itu bukan tentang menjadi egois, melainkan fondasi utama supaya kamu bisa bertumbuh jadi versi yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Setiap kali kamu mengabaikan kebutuhan sendiri demi kenyamanan orang lain, ada bagian dari jiwa kamu yang pelan-pelan merasa “tidak berharga” karena selalu ditaruh di urutan paling belakang.
Jeda Sejenak Malam Ini
Gak perlu ada penghakiman malam ini. Kamu cuma mau menengok ke dalam rumah diri yang selama ini lampunya sering dimatikan. Coba duduk dengan nyaman, letakkan semua beban ekspektasi orang lain di luar pintu kamar, dan tanyakan ini ke dalam hatimu:
Bagian mana dari dirimu yang seringkali kamu abaikan secara tidak sadar?
Mari urai perlahan sebelum kamu menuangkannya ke dalam lembar catatan:
- Apakah yang kamu abaikan adalah kesehatan fisikmu yang terus memberi sinyal lewat tubuh yang kelelahan?
- Ataukah urusan finansialmu, di mana kamu royal membelikan hadiah buat orang lain tapi selalu menunda untuk mulai menyisihkan uang demi masa depan tokomu sendiri?
- Atau jangan-jangan, yang kamu abaikan adalah emosimu. Kamu selalu berpura-pura kuat di luar, padahal di dalam kamu lagi butuh banget divalidasi kalau kamu sedang tidak baik-baik saja?
Menyadari bagian yang terabaikan adalah langkah awal untuk belajar jujur.
Belajarlah untuk mulai berkomitmen pada dirimu sendiri malam ini, sekecil apa pun itu. Tuliskan apa yang ada di kepalamu, dan selamat beristirahat dengan penuh kedamaian.
Pingback: Pernah Nggak Sih, Ngerasa Udah Melakukan Segalanya dengan Benar Tapi Tetep Ngerasa “Kosong”? – Early Finance